Waktu membaca 13 Menit

Expense Ratio ETF: Arti, Cara Hitung, dan Dampaknya

Expense ratio ETF adalah biaya tahunan yang dibebankan untuk mengelola dan mengoperasikan dana, lalu dipotong langsung dari aset ETF. Rasio ini memengaruhi return bersih investor, terutama dalam jangka panjang. Namun, biaya total ETF juga mencakup spread, komisi, pajak, dan biaya transaksi lainnya.

Expense ratio ETF adalah biaya tahunan yang dibebankan untuk mengelola dan mengoperasikan dana, lalu dipotong langsung dari aset ETF. Rasio ini memengaruhi return bersih investor, terutama dalam jangka panjang. Namun, biaya total ETF juga mencakup spread, komisi, pajak, dan biaya transaksi lainnya.

Poin Penting

  • Expense ratio ETF menunjukkan biaya tahunan pengelolaan dana dalam persentase.
  • Biaya tersebut dipotong dari aset ETF dan tidak ditagihkan secara terpisah kepada investor.
  • Selisih biaya yang kecil dapat memengaruhi hasil investasi dalam jangka panjang.
  • Expense ratio rendah tidak otomatis berarti suatu ETF lebih baik.
  • Investor juga perlu memeriksa spread, likuiditas, tracking error, dan biaya transaksi.

ETF sering dipilih karena menawarkan diversifikasi dan biaya yang relatif efisien. Namun, setiap ETF tetap memiliki biaya operasional yang dapat mengurangi hasil investasi.

Salah satu biaya utama yang perlu dipahami adalah expense ratio. Angka ini terlihat kecil, tetapi dampaknya dapat menjadi signifikan jika investasi dipertahankan selama bertahun-tahun.

Memahami expense ratio ETF membantu investor membandingkan produk dengan lebih objektif. Biaya tersebut perlu dinilai bersama kualitas indeks, likuiditas, komposisi aset, dan tracking error.

Expense Ratio Adalah Apa?

Expense ratio adalah biaya tahunan yang dibebankan oleh pengelola dana untuk menjalankan ETF. Biaya tersebut biasanya dinyatakan sebagai persentase dari rata-rata aset bersih dana.

Sebagai contoh, ETF dengan expense ratio 0,20% mengenakan biaya tahunan sekitar 0,20% dari nilai aset yang dikelola. Investor tidak menerima tagihan khusus karena biaya dipotong secara bertahap dari nilai aset ETF.

Expense ratio mencerminkan sebagian besar biaya rutin pengelolaan. Namun, angka ini tidak selalu mencakup seluruh biaya yang mungkin ditanggung investor.

Apa Saja yang Termasuk dalam Expense Ratio ETF?

Expense ratio ETF biasanya mencakup biaya yang digunakan untuk mengelola dan mengoperasikan dana. Komponennya dapat berbeda berdasarkan struktur dan strategi setiap ETF.

Beberapa komponen yang umum meliputi:

  • Biaya manajemen investasi.
  • Biaya administrasi.
  • Biaya kustodian.
  • Biaya audit.
  • Biaya hukum dan kepatuhan.
  • Biaya pelaporan.
  • Biaya komunikasi kepada investor.
  • Biaya pencatatan dan operasional.

Biaya manajemen digunakan untuk membayar pengelola yang menjalankan strategi ETF. Pada ETF pasif, tugas utamanya adalah menjaga portofolio tetap mengikuti indeks acuan.

Biaya administrasi mencakup proses pencatatan, pelaporan, dan pengelolaan dokumen. Kustodian bertugas menyimpan aset dan mendukung penyelesaian transaksi dana.

Bagaimana Expense Ratio Dipotong?

Expense ratio tidak dipotong satu kali pada akhir tahun. Biaya tersebut biasanya dihitung dan dikurangkan secara proporsional dari aset dana sepanjang waktu.

Karena dipotong dari aset ETF, dampaknya tercermin pada nilai aktiva bersih dan performa ETF. Investor tidak akan melihat satu transaksi debit khusus di akun broker.

Jika indeks memberikan return 8% sebelum biaya dan expense ratio ETF adalah 0,20%, hasil dana secara teoritis akan lebih rendah setelah biaya. Perbedaan sebenarnya juga dapat dipengaruhi tracking error, pajak, dan biaya transaksi internal.

Cara Menghitung Expense Ratio ETF

Rumus dasar expense ratio adalah:

Total biaya operasional tahunan ÷ rata-rata aset bersih × 100%

Sebagai contoh, sebuah ETF memiliki biaya operasional tahunan sebesar US$2 juta. Jika rata-rata aset bersihnya US$1 miliar, expense ratio-nya adalah 0,20%.

Perhitungannya:

US$2 juta ÷ US$1 miliar × 100% = 0,20%

Investor tidak perlu menghitung angka ini secara manual untuk setiap produk. Expense ratio biasanya tercantum dalam factsheet, prospektus, atau halaman resmi pengelola dana.

Contoh Dampak Expense Ratio

Bayangkan seorang investor menempatkan US$10.000 pada ETF dengan expense ratio 0,20%. Secara sederhana, biaya tahunan yang setara dengan rasio tersebut adalah sekitar US$20 pada nilai aset US$10.000.

Namun, biaya aktual tidak selalu tetap US$20. Jika nilai investasi naik atau turun, besarnya biaya dalam nominal juga akan berubah.

ETF dengan expense ratio 0,50% akan memiliki beban biaya sekitar US$50 per tahun pada nilai aset yang sama. Selisih US$30 terlihat kecil, tetapi dapat terus terakumulasi selama periode investasi.

Mengapa Expense Ratio Penting?

Expense ratio penting karena biaya langsung mengurangi return bersih. Semakin tinggi biaya, semakin tinggi pula performa yang harus dihasilkan ETF untuk menyamai produk berbiaya lebih rendah.

Dalam jangka pendek, perbedaan 0,10% atau 0,20% mungkin tidak terasa besar. Dalam jangka panjang, selisih tersebut dapat memengaruhi compounding.

Investor jangka panjang biasanya tidak hanya melihat performa tahunan. Mereka juga mempertimbangkan berapa banyak return yang dapat dipertahankan setelah biaya.

Dampak Biaya terhadap Compounding

Compounding terjadi ketika hasil investasi sebelumnya ikut menghasilkan return pada periode berikutnya. Biaya mengurangi modal yang menjadi dasar pertumbuhan berikutnya.

Sebagai ilustrasi, dua ETF mengikuti indeks yang sama dan menghasilkan return kotor identik. ETF pertama memiliki expense ratio 0,10%, sedangkan ETF kedua 0,50%.

ETF dengan biaya lebih rendah memiliki lebih banyak aset yang tetap berada di dalam portofolio. Dalam periode panjang, selisih biaya dapat menghasilkan perbedaan nilai akhir yang semakin besar.

Compounding tidak menjamin keuntungan karena return pasar dapat berubah. Namun, biaya yang lebih rendah tetap mengurangi beban yang harus diatasi investasi.

Expense Ratio ETF Pasif

ETF pasif dirancang untuk mengikuti indeks tertentu. Karena proses pemilihan aset dan transaksinya relatif sistematis, expense ratio ETF pasif umumnya lebih rendah.

Pengelola tidak perlu terus-menerus mencari saham yang diperkirakan akan mengungguli pasar. Fokusnya adalah menjaga komposisi portofolio tetap dekat dengan benchmark.

ETF yang mengikuti indeks saham AS pasar luas dapat memiliki biaya lebih rendah daripada ETF dengan strategi kompleks. Namun, biaya setiap produk tetap bergantung pada skala, struktur, dan pengelolanya.

Expense Ratio ETF Aktif

ETF aktif menggunakan keputusan manajer investasi untuk memilih dan menyesuaikan aset. Strateginya dapat bertujuan mengungguli indeks, mengurangi risiko, atau menghasilkan pendapatan.

Karena membutuhkan riset dan aktivitas pengelolaan lebih besar, ETF aktif biasanya memiliki expense ratio lebih tinggi. Investor membayar biaya tambahan untuk keahlian dan proses pengambilan keputusan tersebut.

Biaya lebih tinggi tidak otomatis berarti produk buruk. Namun, ETF aktif perlu menghasilkan manfaat yang cukup untuk menutupi beban biayanya.

Investor dapat membandingkan hasil setelah biaya dengan benchmark. Evaluasi sebaiknya dilakukan dalam beberapa periode dan kondisi pasar.

Mengapa ETF Tematik Cenderung Lebih Mahal?

ETF tematik berfokus pada tren atau sektor tertentu, seperti kecerdasan buatan, energi bersih, keamanan siber, atau bioteknologi. Produk seperti ini sering membutuhkan metodologi indeks dan proses pengelolaan yang lebih khusus.

Jumlah aset kelolaan ETF tematik juga dapat lebih kecil daripada ETF pasar luas. Biaya tetap akhirnya dibagi ke basis aset yang lebih rendah sehingga expense ratio dapat menjadi lebih tinggi.

ETF tematik juga dapat memiliki turnover yang lebih besar. Perubahan komposisi dan rebalancing dapat menambah biaya transaksi internal.

Investor sebaiknya tidak hanya tertarik pada tema yang populer. Periksa apakah biaya dan risiko konsentrasinya sebanding dengan tujuan investasi.

Pengaruh Ukuran Dana terhadap Biaya

ETF dengan aset kelolaan besar dapat memperoleh economies of scale. Biaya tetap seperti audit, administrasi, dan pelaporan dibagi ke jumlah aset yang lebih besar.

Hal ini dapat membantu pengelola menawarkan expense ratio lebih rendah. Namun, ukuran dana bukan satu-satunya faktor yang menentukan biaya.

ETF kecil tidak selalu buruk atau mahal. Produk tersebut mungkin memberikan eksposur yang tidak tersedia melalui dana besar.

Investor tetap perlu menilai biaya bersama strategi dan kualitas implementasinya. Ukuran dana juga dapat memengaruhi likuiditas dan keberlanjutan produk.

Expense Ratio Rendah Belum Tentu Paling Baik

ETF dengan expense ratio paling rendah tidak otomatis menjadi pilihan terbaik. Produk tersebut mungkin memiliki tracking error tinggi, spread lebar, atau komposisi yang tidak sesuai tujuan investor.

Dua ETF dapat mengikuti indeks yang sama tetapi menggunakan metode replikasi berbeda. Perbedaan tersebut dapat memengaruhi hasil setelah biaya.

Investor perlu memeriksa beberapa faktor lain:

  • Tracking error.
  • Tracking difference.
  • Bid-ask spread.
  • Volume perdagangan.
  • Aset kelolaan.
  • Komposisi portofolio.
  • Kebijakan distribusi.
  • Risiko mata uang.
  • Metode replikasi.

Expense ratio adalah titik awal analisis biaya. Keputusan akhir harus mempertimbangkan biaya total dan kualitas produk.

Apa Itu Tracking Error?

Tracking error mengukur seberapa konsisten performa ETF berbeda dari indeks acuannya. ETF dengan tracking error rendah biasanya bergerak lebih dekat dengan benchmark.

Perbedaan dapat berasal dari biaya, jadwal rebalancing, penyimpanan kas, pajak, atau metode replikasi. Likuiditas aset dasar juga dapat memengaruhi kemampuan ETF mengikuti indeks.

Expense ratio yang rendah belum tentu menghasilkan tracking error paling kecil. Pengelolaan yang efisien tetap memainkan peran penting.

Tracking Difference dan Expense Ratio

Tracking difference adalah selisih return antara ETF dan indeks selama periode tertentu. Angka ini menunjukkan seberapa jauh hasil dana tertinggal atau berbeda dari benchmark.

Jika indeks naik 10% dan ETF naik 9,70%, tracking difference-nya sekitar 0,30 poin persentase. Selisih tersebut dapat mencerminkan expense ratio dan biaya lain.

Tracking difference kadang lebih berguna daripada hanya melihat expense ratio. Metrik ini menunjukkan dampak biaya dan implementasi secara langsung pada performa.

Namun, satu periode tidak selalu cukup. Investor sebaiknya memeriksa konsistensi selama beberapa tahun jika datanya tersedia.

Biaya ETF di Luar Expense Ratio

Expense ratio tidak mencakup seluruh biaya kepemilikan ETF. Investor juga dapat menanggung biaya ketika membeli, menjual, menerima distribusi, atau mengonversi mata uang.

Biaya tambahan dapat meliputi:

  • Komisi broker.
  • Bid-ask spread.
  • Slippage.
  • Pajak.
  • Biaya konversi mata uang.
  • Biaya transfer.
  • Biaya kustodian tertentu.
  • Dampak pasar.

Total biaya tersebut dapat lebih besar daripada expense ratio, terutama bagi investor yang sering bertransaksi. Karena itu, biaya tahunan dana tidak boleh dianalisis secara terpisah.

Memahami Bid-Ask Spread

Bid-ask spread adalah selisih antara harga beli tertinggi dan harga jual terendah di pasar. Spread menjadi biaya tidak langsung ketika investor melakukan transaksi.

ETF yang likuid biasanya memiliki spread lebih sempit. ETF yang jarang diperdagangkan atau memiliki aset dasar kurang likuid dapat memiliki spread lebih lebar.

Sebagai contoh, investor membeli pada harga ask dan langsung menjual pada harga bid. Tanpa perubahan nilai aset, transaksi tersebut dapat langsung mengalami kerugian sebesar selisih spread.

Spread dapat berubah ketika volatilitas meningkat. Saat pasar berada di bawah tekanan, biaya transaksi efektif dapat menjadi lebih besar.

Komisi Broker

Komisi broker adalah biaya yang dikenakan ketika membeli atau menjual ETF. Beberapa platform menawarkan transaksi tanpa komisi, tetapi investor tetap perlu membaca ketentuannya.

Tidak adanya komisi bukan berarti transaksi benar-benar tanpa biaya. Spread, konversi mata uang, atau biaya lain masih dapat berlaku.

Investor yang melakukan banyak transaksi perlu menghitung total biaya broker. Frekuensi trading yang tinggi dapat mengurangi manfaat expense ratio rendah.

Slippage

Slippage terjadi ketika harga eksekusi berbeda dari harga yang diharapkan. Hal ini dapat terjadi saat pasar bergerak cepat atau likuiditas terbatas.

Market order lebih rentan terhadap slippage karena memprioritaskan kecepatan. Limit order dapat membantu mengontrol harga, tetapi tidak menjamin transaksi akan tereksekusi.

Untuk investor jangka panjang, slippage satu kali mungkin terlihat kecil. Namun, efeknya dapat bertambah jika transaksi dilakukan berulang kali.

Risiko Mata Uang dan Biaya Konversi

ETF yang diperdagangkan dalam mata uang asing dapat menimbulkan biaya konversi. Investor mungkin harus mengubah mata uang sebelum membeli atau setelah menjual.

Perubahan nilai tukar juga dapat memengaruhi return. Kinerja aset dapat positif dalam mata uang dasarnya, tetapi hasil investor dapat berbeda setelah dikonversi.

Saham AS dan ETF global dapat digunakan sebagai contoh investasi dengan eksposur mata uang asing. Risiko tersebut perlu dipisahkan dari expense ratio karena tidak tercantum dalam biaya pengelolaan dana.

Pajak dan Distribusi

Pajak dapat memengaruhi hasil bersih ETF, terutama pada dividen, bunga, atau capital gain. Perlakuannya bergantung pada domisili dana, negara sumber pendapatan, dan ketentuan investor.

Sebagian pajak dapat dipotong sebelum distribusi diterima oleh ETF atau investor. Hal ini dapat menciptakan tax drag yang tidak terlihat dalam expense ratio.

Investor perlu memeriksa struktur produk dan aturan yang berlaku. Untuk kondisi khusus, konsultasi dengan profesional pajak dapat diperlukan.

Turnover Portofolio

Turnover menunjukkan seberapa sering aset dalam ETF dibeli dan dijual. Turnover tinggi dapat meningkatkan biaya transaksi internal.

Biaya tersebut tidak selalu tercantum seluruhnya dalam expense ratio. Namun, dampaknya dapat terlihat melalui tracking difference dan performa bersih.

ETF indeks pasar luas sering memiliki turnover relatif rendah. ETF aktif, faktor, atau tematik dapat melakukan perubahan portofolio lebih sering.

Turnover tinggi tidak otomatis buruk jika menghasilkan manfaat yang lebih besar. Investor tetap perlu menilai apakah aktivitas tersebut sejalan dengan strategi.

Securities Lending

Sebagian ETF meminjamkan saham atau obligasi yang dimilikinya kepada pihak lain. Sebagai gantinya, ETF menerima pendapatan dari securities lending.

Pendapatan tersebut dapat membantu mengurangi dampak expense ratio. Namun, kebijakan pembagian pendapatan berbeda pada setiap pengelola.

Securities lending juga membawa risiko pihak lawan dan jaminan. Investor perlu memeriksa bagaimana program tersebut dikelola dan dilaporkan.

Fee Waiver dan Biaya Sementara

Beberapa ETF menawarkan fee waiver atau pengurangan biaya sementara. Strategi ini dapat digunakan untuk menarik aset pada masa awal peluncuran.

Expense ratio yang terlihat rendah mungkin hanya berlaku sampai tanggal tertentu. Setelah periode promosi berakhir, biaya dapat meningkat.

Investor perlu membaca catatan kaki pada factsheet dan prospektus. Periksa gross expense ratio dan net expense ratio jika keduanya tersedia.

Gross expense ratio menunjukkan biaya sebelum potongan. Net expense ratio menunjukkan biaya setelah waiver atau penggantian tertentu.

Cara Membandingkan Biaya ETF

Perbandingan sebaiknya dilakukan pada ETF yang memiliki eksposur serupa. Membandingkan ETF pasar luas dengan ETF tematik tidak selalu memberikan gambaran yang adil.

Gunakan langkah berikut:

  1. Pastikan indeks atau strategi yang dibandingkan serupa.
  2. Bandingkan expense ratio.
  3. Periksa tracking difference.
  4. Tinjau bid-ask spread.
  5. Periksa volume dan aset kelolaan.
  6. Nilai turnover portofolio.
  7. Periksa risiko mata uang.
  8. Hitung biaya broker dan pajak.
  9. Baca kebijakan fee waiver.
  10. Evaluasi komposisi dan konsentrasi.

ETF dengan expense ratio sedikit lebih tinggi dapat menghasilkan biaya total lebih rendah jika spread dan tracking-nya lebih baik. Karena itu, gunakan pendekatan menyeluruh.

Ilustrasi Membandingkan Dua ETF

Bayangkan ETF A dan ETF B mengikuti indeks saham AS yang sama. ETF A memiliki expense ratio 0,10%, sedangkan ETF B 0,15%.

Jika ETF A memiliki spread lebih lebar dan tracking difference lebih buruk, biaya efektifnya bisa lebih tinggi. Sebaliknya, ETF B mungkin memberikan hasil bersih lebih dekat ke indeks meskipun expense ratio-nya sedikit lebih besar.

Ilustrasi ini menunjukkan bahwa selisih lima basis poin tidak selalu menjadi faktor penentu. Likuiditas dan kualitas pengelolaan dapat memberikan dampak lebih besar.

Berapa Expense Ratio yang Dianggap Rendah?

Tidak ada satu batas yang cocok untuk seluruh ETF. Expense ratio perlu dibandingkan dengan produk yang memiliki strategi dan aset dasar serupa.

ETF pasar luas biasanya memiliki biaya lebih rendah karena skala dan strateginya sederhana. ETF obligasi khusus, pasar tertentu, atau tema sempit dapat memiliki biaya lebih tinggi.

Investor sebaiknya bertanya apakah biaya tersebut sepadan dengan eksposur yang diberikan. Semakin kompleks strategi, semakin penting mengevaluasi manfaat setelah biaya.

Expense Ratio untuk Investor Jangka Panjang

Investor jangka panjang perlu memberi perhatian besar pada expense ratio. Biaya berulang dapat mengurangi compounding selama belasan atau puluhan tahun.

Namun, memilih ETF hanya berdasarkan biaya terendah juga tidak cukup. Produk perlu sesuai dengan tujuan, alokasi aset, dan toleransi risiko.

ETF yang murah tetapi tidak sesuai portofolio dapat menimbulkan risiko lebih besar. Kesesuaian tetap lebih penting daripada sekadar selisih biaya kecil.

Expense Ratio untuk Trader Aktif

Bagi trader aktif, spread, komisi, dan slippage dapat lebih penting daripada expense ratio. Biaya tahunan mungkin menjadi bagian yang lebih kecil dibandingkan biaya setiap transaksi.

Trader perlu memeriksa likuiditas dan kedalaman pasar. ETF dengan spread sempit dapat lebih efisien untuk transaksi yang sering.

Namun, frekuensi trading meningkatkan risiko kesalahan dan biaya kumulatif. Kemudahan perdagangan ETF perlu diimbangi strategi dan disiplin.

Risiko Memilih ETF Hanya karena Murah

ETF murah dapat terlihat menarik, tetapi biaya bukan satu-satunya indikator kualitas. Produk mungkin memiliki aset kelolaan kecil atau risiko ditutup oleh pengelola.

Penutupan ETF tidak selalu berarti investor kehilangan seluruh dana. Namun, proses likuidasi dapat memicu penjualan pada waktu yang tidak diinginkan dan menciptakan konsekuensi pajak.

ETF berbiaya rendah juga dapat memiliki konsentrasi tinggi. Investor perlu memeriksa kepemilikan terbesar dan metodologi indeks.

Checklist Menilai Expense Ratio ETF

Gunakan pertanyaan berikut sebelum memilih ETF:

  • Berapa expense ratio ETF?
  • Apakah biaya tersebut gross atau net?
  • Apakah ada fee waiver sementara?
  • Apa indeks atau strategi acuannya?
  • Seberapa besar tracking difference?
  • Bagaimana likuiditas dan spread?
  • Berapa nilai aset kelolaannya?
  • Seberapa tinggi turnover?
  • Apa biaya transaksi broker?
  • Apakah ada risiko mata uang?
  • Bagaimana kebijakan distribusinya?
  • Apakah portofolionya sesuai tujuan?

Checklist ini membantu menghindari keputusan yang hanya berdasarkan satu angka. Expense ratio perlu dilihat sebagai bagian dari total biaya kepemilikan.

Kesimpulan

Expense ratio ETF adalah biaya tahunan yang digunakan untuk mengelola dan menjalankan dana. Biaya tersebut dipotong dari aset ETF dan secara langsung mengurangi return bersih investor.

Selisih biaya yang kecil dapat memberikan dampak berarti dalam jangka panjang. Hal ini terjadi karena biaya mengurangi basis modal yang digunakan dalam proses compounding.

Namun, expense ratio bukan satu-satunya biaya yang perlu diperhatikan. Spread, komisi, slippage, pajak, konversi mata uang, dan turnover juga memengaruhi hasil.

ETF dengan expense ratio rendah belum tentu menjadi pilihan terbaik. Investor perlu membandingkan tracking difference, likuiditas, komposisi, dan risiko produk.

Saham AS dan ETF dapat menjadi bagian dari portofolio jangka panjang. Namun, nilainya tetap dapat turun, sedangkan biaya rendah dan kinerja historis tidak menjamin hasil pada masa depan

Dapatkan Reward hingga $25

Ada reward khusus pengguna baru saat buka rekening, deposit & transaksi di XTB!

Ambil rewardnya!

FAQ

Expense ratio ETF adalah biaya tahunan pengelolaan dan operasional dana yang dinyatakan sebagai persentase dari rata-rata aset bersih. Biaya tersebut dipotong langsung dari aset ETF dan tercermin pada performanya.

Expense ratio dihitung dengan membagi total biaya operasional tahunan dengan rata-rata aset bersih ETF, lalu dikalikan 100%. Angka resminya biasanya tersedia dalam factsheet dan prospektus.

Biaya dihitung secara tahunan, tetapi biasanya dipotong secara bertahap dari aset dana. Investor tidak menerima tagihan terpisah karena dampaknya sudah tercermin pada nilai ETF.

Tidak selalu. Investor juga perlu mempertimbangkan tracking error, spread, likuiditas, komposisi aset, turnover, dan kesesuaian ETF dengan tujuan investasi.

Biaya lain dapat meliputi komisi broker, bid-ask spread, slippage, biaya konversi mata uang, pajak, dan biaya transfer. Investor perlu menghitung seluruh biaya untuk mengetahui total cost of ownership.

9 menit

Cara Investasi di S&P 500 untuk Investor Indonesia

9 menit

ETF Terpopuler di Dunia yang Perlu Investor Ketahui

9 menit

ETF Dividen: Panduan Lengkap untuk Investor Indonesia

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.